Namun, sepertinya hati ini tidak mau berkompromi apapun.
Rasa ini tetap sama, sesak, perih, pilu, kosong dan hampa.
Aku mencaci maki diri setiap hari karena terlalu lemah dalam menekan perasaan bodoh ini.
Sekarang aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Aku hanyalah sephia.
Yang datang ketika kau meminta dan pergi saat kau tak inginkanku lagi.
Aku tak berhak meminta apalagi menuntutmu berpaling kepadaku.
Melihatmu menatapku dengan perasaan itu membuatku melupakan diriku sendiri.
Sentuhan tanganmu buatku lupa bahwa kau bukan milikku.
Aku tidak mau berbangga diri tapi aku tahu, kamu mencintaiku.
Aku tahu kamu merasa nyaman dengan keberadaanku.
Aku tahu kamu selalu mengkhwatirkanku.
Aku tahu kamu rindu dengan percakapan kita.
Dan kamu tahu? Aku juga rindu pelukan hangatmu.
Hey, kembali lah..
Aku tahu kamu membutuhkanku
Karena disini aku masih membuka pintuku untukmu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar